Kosmologi filsafat islam
A. Kosmologi
Pengertian kosmologi dalam Bahasa yunani adalah (kosmos), yang berarti “dunia” dan (logos) yang berarti ilmu jadi kosmologi adalah ilmu yang memperlajari tentang dunia atau sejarah alam semesta. Secara khusus ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Jadi seperti itu sekilas pengertian kosmologi dalam Bahasa yunani, dan memang dalam Al-Qur’an sejarah pembuatan alam semesta ini tidak di jelaskan secara rinci seperti yang tertera dalam surat (Q.S Al-Sadjah [32] :4) artinya : “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemahyang di atas arsy. Kamu semua tidak meimiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikanya?”. Seperti itulah yang di jelaskan dalam Al-Qur’an maka dari itu munculah pemikiran tentang penciptaan alam semesta seperti ibn sina, Al-Farabi, Ikhwan al-safa, ibnu rasyd dan Al-ghazali namun dari beberapa filusuf tersebut ada beberapa yang berbeda pendapat, hal ini lumrah terjadi karna memang mereka ingin mempertahankan argumentasinya dari hasil pemikiran mereka dari hasil beberapa penelitian mereka tentang penciptaan alam semesta, dari beberapa pendapat yang di kemukakan para filusuf kosmologi saya lebih condong kepada Al-Farabi karna pendapatnya tentang penciptaan alam ini adalah melalui emanasi dalam arti al-wujud allah meciptakan al-wujud alam secara limpahan. Emanasi ini terjadi melalui pemikiran atau ta’aqqul Allah tentang dzat nya. Pemikiran Allah yang Maha Esa tentang tentang dirinya itu merupakan daya energi yang dahsyat. Dari daya inilah allah menciptakan alam semesta secara tidak langsung. Telah disebutkan, dalam Al-Qur’an banyak ditemukan kata-kata dalam arti berfikir.
Kembali ke pembahasan awal kenapa proses pembuatan alam tidak secara rinci di jelaskan dalam Al-Qur’an.? Karna memang agar kita sebagai makhluk bisa berfikir lagi tentang alam semesta ini. Maka tidak heran jika dalam filsafat islam muncullah kosmologi yang menjelaskan tentang bagaimana proses penciptaan alam semesta ini secara filsafat walaupun belum ada yang membuktikan secara jelas kebenarannya. Mungkin hal ini dikarenakan manusia adalah sesuatu atau makhluk yang baru di muka bumi ini. Dan mungkin saja jika manusia dengan susah payah pun mencari bagaimana terbentuknya alam semesta akan terhalang oleh keterbatasan pandanganya. Keterbatasan pandangan ini sangat terkait dengan pengetahuan apriori yang dimiliki manusia. Hal inilah yang menyebabkan bahwa pandangan tentang alam raya sulit di uji kebenaranya melalui pengalaman. Adapun macam-macam kosmologi yang bisa di bagi menjadi empat yaitu :
1. Kosmologi ilmiah/empiris yang artinya adalah menusia membangun kosmologi universalnya memalui alam semesta berdasarkan hasil ilmu pengetahuan empiris. Dari hasil membangun pengetahuan empiris mungkin tidak akan bisa mencapai kebenaran tentang penciptaan alam semesta ini karna manusia adalah makhluk yang baru dan alam semesta sudah berdiri sejak berpuluh-puluh tahun sebelum manusia ada.
2. Kosmologi falsafi adalah yang dicapai melalui proses argumentasi-argumentasi rasional. Mungkin saja melalui argumentasi rasional dapat sedikit tersingkab bahwasanya penciptaan alam ini memang benar adanya, salah satu teori yang sudah lama kita ketahahui salah satunya adalah teori big-bang.
3. Kosmologi agama yaitu yang diperoleh melalui keimanan kepada para pemimpin agama sehingga semua kata-kata mereka diyakini sebagai kebenaran. Kosmologi ini adalah kosmologi yang menjelaskan penciptaan alam semesta yang berdasarkan pada mitologi agama dari sebuah tradisi spesifik.
4. Kosmologi irfani adalah (gnostic); yang diperoleh melalui jalur kasyf (penyingkapan) dan syuhadi (penyiksaaan batik)
Manfaaat mempelajari kosmolgi menurut saya yaitu agar kita mengetahui tentang proses tentang teori penciptaan alam semeta ini melalui pemikiran para filusuf dan melalui Al-Qur’an sehingga kita tahu dan semakin yakin bahwasanya alam semesta ini diciptakan dan ada penciptanya tidak lain dan tidak bukan ialah Allah yang Maha Kuasa dengan segala firmanNya. Dan yang saya yakini adalah alam semesta ini diciptakan karna memang ada kholik sang pencipta dan kita pun memang bagian dari ciptaanya maka dari itu tidak apa-apa juga kita mempelajari tentang proses penciptaan alam semesta karna kita hidup untuk belajar dan untuk beribadah kepada pencipta kita yaitu Allah SWT.
Komentar
Posting Komentar